Budidaya Tanaman Pare di Desaku
Budidaya Tanaman Pare di Desaku
Nama : Puji Rahayu
Nim : 12001133
Kelas : 4D PAI
Makul : Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Drs.Fahrul Razi,M.Pd. dan Firmansyah,s.Pd. l,M.Pd
Berkebun adalah salah satu kegiatan yang dikerjakan di desaku,dari hasil berkebun ini sedikit membantu perekonomian warga.Sebagian orang disini memilih untuk menanam sayuran dan tidak bekerja di luar.Karena jika menanam sayuran terdapat untung yang sangat besar.Dan hal itu membuat warga semakin tertarik dengan berkebun.Warga pun berbondong-bondong menanam sayuran,salah satunya yaitu tanaman pare.
Nah pastinya tanaman pare ini sudah familiar kita dengar? Pare identik dengan rasanya yang pahit.Pare ini banyak di sukai oleh sebagian orang terutama di desaku ini.Di desaku ini ada banyak yang membudidayakan tanaman pare ini.Tanaman pare ini bukan hanya untuk sayur aja tapi, tanaman pare ini terdapat banyak khasiat yang terkandung di dalamnya.Diantaranya yaitu,sebagai obat diabetes,demam/malaria,antibiotic,sebgai antikanker,antivirus,penurunan gula darah,dll.Selain buahnya daun pare juga bermanfaat sebagai menyembuhkan mencret pada bayi,membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan,menurunkan panas,mengeluarkan cacing kremi dan menyembuhkan batuk.Buah pare juga bayak mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C,betakaroten,fitokimia lutein,likopen,kalaori,protein,lemak,karbihidrat,dll.
Adapun cara penanaman pare kita bisa melakukan dengan langkah-langkah berikut :
o Lubangi media tanam sedalam 3-5 cm untuk lubang tanam
o Masukkan biji pare, kemudian tutup kembali lubang tersebut
o Letakkan pot di tempat yang tidak terlalu panas, tapi masih terkena sinar matahari
o Dalam satu minggu pertama, biarkan biji pare tanpa disiram
o Setelah berusia satu minggu, baru lakukan penyiraman dan jaga kelembapan media tanam
o Perlu dicatat, media tanam yang digunakan tidak perlu dipadatkan, khususnya pada saat penanaman biji.
Setelah itu tedapat juga cara pemeliharaan sayuran pare ini, penyiraman bisa dilakukan dengan setiap hari pada pagi dan sore hari. Namun apabila curah hujan tinggi harus diperhatikan selokannya agar air tidak menggenang dilahan. Setelah berumur dua minggu atau tinggi tanaman mencapai 50 cm, dibuat para-para setinggi 1,5 - 2 meter. Hal ini dibuat dengan tujuan untuk merambatkan sulur- sulur tanaman. Perambatan pare dapat pula dilakukan dengan ajir atau lanjaran yang bisa terbuat dari bambu.Setelah berumur tiga minggu, tanaman pare sudah bercabang dan sebaiknya cabang-cabang tersebut dipotong atau dilakukan pemangkasan agar tunas tumbuh menyebar sehingga bisa produksi lebih banyak. Pilih dua cabang yang paling besar dan sehat. Sisa cabang lainnya yang tumbuh di batang hingga ketinggian 1,5 m dari permukan tanah harus dipangkas. Pemangkasan kedua bisa dilakukan pada saat umur 6 minggu dengan memangkas cabang yang telah tua dan tidak tumbuh lagi serta daun-daun tua maupun cabang yang rusak karena hama penyakit.Selain pupuk organik, pupuk buatan juga diberikan pada tanaman pare. Bisa diberikan pupuk NPK sebanyak 2-3 kg per 100 m² atau menggunakan Urea, TSP, KCl dengan perbandingan 1:2:2 sebanyak 15 gram tiap tanaman (3 gram Urea, 6 gram TSP dan 6 gram KCl). Pemupukan dilakukan dengan cara menimbun pupuk disekeliling tanaman sejauh 10 cm dari batangnya. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur satu bulan bersamaan dengan penyiangan. Setelah tanaman berumur 1,5-2 bulan pare mulai berbunga dan bunga betina yang muncul dapat menjadi buah. Bunga pare berwarna kuning dan bertangkai panjang.
Ketika kita menanam sayuran pasti terdapat hama dan penyakit yang menyerang,dan hal itu harus secepatnya dikendalikan agar hama dan penyakit tidak menyerang.Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman pare yang sudah mulai berbuah justru lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama.Hama yang biasanya menyerang bisa berupa ulat, kumbang, kepik, lalat buah, siput, atau lembing. Untuk penyakit yang sering terjadi biasanya adalah layu daun, layu batang, embun tepung, atau antraknosa.Apabila tanaman pare terkena hama dan penyakit, atasi dengan menggunakan pestisida.Namun, pastikan untuk menggunakan pestisida organik agar buah pare tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia.
Untuk tahap selanjutnya yaitu panen, panen ini sebaiknya memanen buah pare yang belum terlalu matang dan masih berwarna hijau.Buah pare yang banyak disukai orang adalah buah pare yang setengah matang, karena teksturnya lembut.Setelah pemanenan pertama, kamu juga masih bisa melakukan panen selanjutnya hingga sekitar 3 bulan.
Jika kita berkebun memiliki banyak manfaat bagi kita.Terlebih jika kita menanam Sesutu yang bisa kita konsumsi seperti sayuran ini.Sayuran ini memberi kita banyak manfaat,sayuran hijau memberi kita oksigen tetapi juga menjadi sumber miniral,vitamin,kalium,serat,dan banyak nutrisi lain yang penting bagi tubuh manusia agar tetap bugar dan sehat.

Komentar
Posting Komentar